
Sidoarjo — Sebagai langkah nyata dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya daerah di era modern, SDN Balongdowo secara konsisten menerapkan program Sabtu Berbahasa Jawa (SAHAJA). Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026, seluruh warga sekolah—mulai dari para siswa, bapak/ibu guru, hingga tenaga kependidikan—tampak antusias berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dengan tingkatan tutur kata yang sopan (krama inggil).
Program SAHAJA dihadirkan untuk membiasakan para siswa mengaplikasikan tata krama, etika, dan kesantunan berbahasa daerah yang saat ini mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Menanamkan Budi Pekerti Melalui Unggah-Ungguh
Sepanjang kegiatan sekolah di hari Sabtu, interaksi pembelajaran di dalam kelas maupun komunikasi di luar kelas diarahkan menggunakan bahasa Jawa. Para guru secara sabar membimbing murid-murid untuk menggunakan variasi bahasa Jawa yang tepat, terutama basa krama saat berbicara kepada orang yang lebih tua.
Selain komunikasi lisan, kegiatan SAHAJA juga diselingi dengan berbagai aktivitas menarik bernuansa kebudayaan Jawa, seperti:
-
Tembang Dolanan: Menyanyikan lagu-lagu daerah Jawa bersama sebelum kegiatan KBM dimulai.
-
Maca dan Nulis Aksara Jawa: Latihan mengenalkan serta menulis kaligrafi aksara Jawa sederhana.
-
Dongeng Basa Jawa: Pembacaan cerita rakyat Jawa yang bermuatan pesan moral dan budi pekerti.
Membentuk Generasi Cerdas yang Berakar Budaya
Melalui pembiasaan ini, SDN Balongdowo berkomitmen membentuk karakter peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat dan memahami unggah-ungguh (tata krama).
“Bahasa Jawa bukan sekadar alat komunikasi, melainkan media penanaman etika dan rasa hormat kepada sesama. Melalui program SAHAJA, kami ingin anak-anak bangga akan identitas budayanya dan terbiasa bersikap santun,” ungkap [Nama Kepala Sekolah], Kepala SDN Balongdowo.





