Sidoarjo — Suasana Sabtu pagi di lingkungan SDN Balongdowo terasa begitu unik dan kental dengan nuansa tradisi leluhur. Pada tanggal 26 September 2026, sekolah kembali menggelar program unggulan yang dinanti-nanti oleh seluruh warga sekolah, yaitu Sabtu Berbahasa Jawa (SAHAJA).

Program inovatif ini digagas sebagai wujud nyata komitmen sekolah dalam melestarikan warisan budaya lokal, sekaligus membiasakan para siswa bertutur kata dengan sopan santun menggunakan bahasa ibu di era modern.

Pesona Kromo Inggil: Belajar Santun dan Beretika Sejak Dini

Sejak menginjakkan kaki di gerbang sekolah, aturan main hari itu langsung berlaku: seluruh warga sekolah—mulai dari guru, staf, hingga siswa-siswi—diwajibkan menggunakan Bahasa Jawa dalam berkomunikasi sehari-hari.

Suasana interaksi pun berubah menjadi lebih hangat dan sarat nilai budaya:

  • Penggunaan Ragam Bahasa: Para siswa tampak antusias saling menyapa menggunakan boso krama atau ngoko alus yang tepat sesuai lawan bicaranya, melatih unggah-ungguh (etika) bertutur kata.

  • Interaksi Edukatif: Pembelajaran di kelas hingga obrolan santai di jam istirahat diselingi dengan pengenalan istilah-istilah klasik Bahasa Jawa yang mulai jarang didengar sehari-hari.

  • Keceriaan Tanpa Batas: Meski sempat malu-malu di awal, gelak tawa pecah ketika ada siswa yang mencoba merangkai kalimat Bahasa Jawa halus dengan gaya polos nan menggemaskan.

Lebih dari Sekadar Bahasa: Merawat Jati Diri Bangsa

Bagi keluarga besar SDN Balongdowo, program SAHAJA bukan sekadar rutinitas mingguan berbahasa daerah. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah strategi kultural agar generasi Z tidak asing dengan akar budaya sendiri.

“Wong Jowo ora ilang Jowone. Di era digital yang serba cepat ini, kemampuan berbahasa asing memang penting, tetapi menguasai dan mencintai bahasa ibu adalah fondasi utama kepribadian yang berkarakter dan beretika.”

Antusiasme yang tinggi dari para siswa membuktikan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal bisa dikemas dengan cara yang seru, interaktif, dan relevan dengan kehidupan masa kini.

Menjaga Warisan untuk Masa Depan

Kesuksesan pelaksanaan SAHAJA pada 26 September 2026 ini mendapat apresiasi penuh dari pihak sekolah serta para orang tua wali murid. Konsistensi dalam menggelar kegiatan semacam ini diharapkan mampu membentuk profil pelajar Pancasila yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akar budaya yang kuat.

Semangat terus melestarikan budaya bangsa! Rahayu, rahayu, rahayu. 🌿🏛️