Gema Sholawat di Balongdowo: Melestarikan Tradisi Lewat Ekstrakurikuler Al-Banjari

SIDOARJO – Suara tabuhan terbang (rebana) yang ritmis dan sahutan vokal yang merdu seringkali menghiasi udara di sekitar SDN Balongdowo, Kecamatan Candi. Di sebuah ruangan yang tenang, tampak sekelompok siswa duduk melingkar dengan penuh konsentrasi. Inilah suasana latihan Ekstrakurikuler Al-Banjari, wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan kecintaan mereka kepada religi melalui seni musik islami.

Al-Banjari di SDN Balongdowo bukan sekadar kegiatan seni, melainkan upaya sekolah dalam membangun karakter religius dan menjaga kearifan lokal di tengah modernisasi.

Harmoni Antara Ketukan dan Suara

Seni Al-Banjari dikenal dengan kerumitan teknik pukulannya yang saling mengisi (interlocking). Di bawah bimbingan pembina yang ahli, siswa SDN Balongdowo diajarkan berbagai aspek penting:

  • Teknik Pukulan (Dasar & Variasi): Siswa belajar membedakan pukulan “lanangan” dan “wedokan” yang menjadi ciri khas musik terbang agar tercipta irama yang padu.

  • Olah Vokal (Hadi): Selain menabuh, siswa juga dilatih teknik vokal sholawat dengan intonasi yang tepat dan cengkok yang indah.

  • Kekompakan Tim: Al-Banjari adalah seni kolektif. Satu ketukan yang salah bisa memengaruhi seluruh irama, sehingga kedisiplinan dan kerja sama antar-pemain sangat diutamakan.

Membentuk Karakter Spiritual Siswa

Kepala Sekolah SDN Balongdowo menekankan bahwa melalui Al-Banjari, siswa diajak untuk lebih dekat dengan nilai-nilai spiritual.

“Tujuan kami adalah menyelaraskan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. Lewat lantunan sholawat, kami berharap karakter siswa menjadi lebih lembut, santun, dan memiliki rasa hormat yang tinggi,” ujar salah satu pembina ekstrakurikuler.

Tampil Percaya Diri di Berbagai Acara

Grup Al-Banjari SDN Balongdowo merupakan salah satu aset sekolah yang sering tampil di depan publik. Beberapa momen penampilan mereka antara lain:

  1. Peringatan Hari Besar Islam (PHBI): Seperti perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW atau Isro’ Mi’roj di sekolah.

  2. Pembukaan Acara Sekolah: Menjadi penampil pembuka dalam acara wisuda kelulusan atau pertemuan wali murid.

  3. Lomba Seni Islami: Mengikuti ajang kompetisi antar-SD di tingkat Kecamatan Candi untuk mengasah mental kompetitif siswa.

Pemanfaatan Fasilitas Sekolah

Latihan rutin biasanya dilakukan di area yang tenang seperti perpustakaan yang berkarpet atau ruang kelas yang luas agar siswa bisa duduk lesehan dengan nyaman. Peralatan rebana yang berkualitas disediakan oleh sekolah guna menunjang bakat para siswa agar hasil suara yang dihasilkan maksimal.


Penutup Ekstrakurikuler Al-Banjari di SDN Balongdowo adalah bukti bahwa pendidikan modern dan tradisi religi bisa berjalan beriringan. Melalui setiap ketukan rebana dan lantunan doa, siswa SDN Balongdowo tidak hanya belajar musik, tetapi juga sedang menanamkan benih kebaikan dan kedamaian dalam hati mereka.

Sholawat Bergema, Karakter Terjaga!