
SIDOARJO (22/05/2026) – Menghadapi tantangan era digital, SDN Balongdowo terus berinovasi dalam membekali siswa-siswinya dengan keterampilan abad ke-21. Pada Jumat, 22 Mei 2026, sekolah menyelenggarakan kegiatan workshop kreatif bertajuk “Digital Studentpreneur: Storytelling dan E-Book Creation”.
Kegiatan yang diikuti oleh para siswa ini bertujuan untuk menggabungkan kemampuan literasi, kreativitas seni bercerita (storytelling), penguasaan teknologi digital, serta pengenalan dasar-dasar jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) sejak usia dini.
Apa itu “Digital Studentpreneur”?
Konsep Digital Studentpreneur yang diusung dalam kegiatan ini mengajak siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, melainkan menjadi produsen atau pencipta karya digital yang memiliki nilai guna. Melalui integrasi teknologi dalam pembelajaran, siswa diajarkan bagaimana sebuah gagasan atau cerita dapat diolah menjadi produk digital berupa E-Book (buku digital) yang menarik dan berpotensi untuk dibagikan secara luas.
Sesi 1: Menghidupkan Imajinasi lewat Storytelling
Kegiatan dimulai dengan sesi Storytelling di mana para siswa diajak untuk menggali ide, merancang alur cerita, dan menghidupkan karakter imajinatif mereka. Dipandu oleh para guru, siswa diajarkan teknik menulis cerita yang runtut, mulai dari pengenalan tokoh, konflik sederhana, hingga pesan moral yang ingin disampaikan.
Siswa sangat antusias menuliskan ide-ide segar mereka, mulai dari cerita fiksi petualangan, kisah persahabatan di sekolah, hingga dongeng kelestarian alam lingkungan sekitar Balongdowo.
Sesi 2: Transformasi Cerita Menjadi E-Book Interaktif
Setelah draf cerita selesai ditulis, petualangan digital yang sesungguhnya pun dimulai. Memanfaatkan fasilitas gawai (gadget) dan laptop sekolah, siswa diajarkan cara menggunakan platform desain digital yang ramah anak untuk merancang E-Book mereka sendiri.
Dalam sesi ini, siswa belajar tentang:
- Desain Sampul (Cover): Membuat tampilan visual halaman depan buku yang menarik minat pembaca.
- Tata Letak & Tipografi: Mengatur penempatan teks cerita agar rapi dan mudah dibaca.
- Ilustrasi Pendukung: Menambahkan gambar atau elemen visual yang memperkuat penyampaian cerita.
Melihat tulisan tangan mereka bertransformasi menjadi buku digital berwarna-warni di layar komputer memicu decak kagum dan rasa bangga yang luar biasa dari para siswa.
Menumbuhkan Mental Entrepreneur Sejak Dini
Di akhir sesi, siswa diberikan pemahaman dasar mengenai aspek preneur (kewirausahaan). Mereka diajarkan bagaimana hasil karya E-Book yang telah mereka buat dapat dipublikasikan di perpustakaan digital sekolah, dibagikan kepada teman-teman, atau bahkan dipamerkan sebagai portofolio karya digital siswa. Hal ini memberikan motivasi bahwa kreativitas mereka memiliki nilai apresiasi yang tinggi.
Kepala SDN Balongdowo menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi jembatan bagi lahirnya generasi literat yang mahir teknologi. “Kami ingin anak-anak SDN Balongdowo tidak gagap teknologi. Lewat program Digital Studentpreneur ini, mereka belajar bahwa menulis dan berkreasi digital itu menyenangkan, sekaligus melatih kemandirian dan rasa percaya diri mereka untuk menghasilkan sebuah karya nyata,” ujarnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi presentasi singkat, di mana beberapa perwakilan siswa dengan bangga memamerkan dan membacakan sinopsis E-Book hasil karya mandiri mereka di depan kelas.
Selamat kepada para kreator digital masa depan SDN Balongdowo! Teruslah menulis, berkreasi, dan menginspirasi dunia digital dengan karya-karya positif! (Admin/Red)





